Rebel Rebel Rebel

Kategori Blog
Rebel

Rebel Rebel Rebel – Belakangan ini saya sering berpikir tentang hal ini. Apa itu Rebel? Apa memang ini yang namanya Rebellious? Apa saya sudah menjadi diri sendiri?

Bahkan saya bingung bagaimana cara menjelaskan kata ini. Bahkan semua orang bisa memberi arti yang berbeda terhadap kata ini.

Masalahnya tidak perlu terlalu terpaku dengan definisi kata, saya tidak peduli tentang arti atau definisi. Masalahnya adalah merasa seolah-olah kamu tidak cukup baik menjadi diri sendiri. Sering meminta orang lain untuk mendefinisikan seperti apa kamu.

Saya lebih suka kamu mengambil kata itu dan mengubahnya menjadi apa pun yang kamu inginkan. Kamu adalah siapa kamu yang sebenarnya, dan jika kamu mengatakan bahwa kamu adalah salah satu dari kami, kamu ada di pihak kami. Bingung? Mampus.

Seberapa Rebel-nya Kamu?

Lupakan. Tidak ada yang bisa memberi tahu apakah kamu seorang rebel atau bukan. Bahkan mungkin tidak ada yang bisa memberi cap bahwa seseorang ini cukup rebel atau tidak.

Tidak ada otoritas tunggal pada kata rebel atau apapun maknanya, atau arti kata apa pun atau mungkin kata-kata memiliki banyak makna karena sudah digunakan dalam banyak konteks dan cara dalam sejarah kemanusiaan.

Satu-satunya definisi yang diperhitungkan ada di kepala kamu.

Jika seseorang mendatangi kamu dan berkata–tapi kamu kan ngga punya ini-itu! Atau mungkin kata-kata seperti, “Kamu mana bisa buat ngelakuin blablabla?

Seriously? Orang-orang dengan banyak peraturan.

Menjadi diri sendiri dan melakukan segala sesuatunya dengan cara kamu sendiri. Ini bisa berarti banyak hal:

  • Rebelling against society’s norms.
  • Rebelling against your industry’s rules.
  • Rebelling against other people’s expectations.
  • Even rebelling against your own.

Give me something even slightly crazy, you’re a rebel.

Tidak ada yang bisa menghentikan kamu dari menjadi rebel, dan seberapa rebel-nya kamu. Kita bukan sedang bermain jenis game yang dari situ kita bisa menang atau berkata kita yang paling rebel. Kita berada di dalam game yang dari situ kita bisa MENYENANGKAN dan MENJADI BERBEDA.

Saya Gasuka Mainstream. Saya gabisa.

Dalam beberapa situasi, saya ingin mencapai sesuatu seperti orang lain. Anggap lah saya tukang tiru, ga masalah juga. Tapi banyak alasan yang membuat saya ngga bisa melalui jalan yang sama seperti orang-orang. Makin bingun? Mampus.

Ketika kamu mencapai sesuatu yang mainstream, orang-orang akan langsung men-cap kamu sebagai orang yang mainstream. Perbedaannya adalah gimana caranya kamu bisa berada di posisi itu dengan jalur yang anti-mainstream.

Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa berpikir kreatif sekalipun adalah hal yang rebel untuk dilakukan karena mengambil masalah, memutarnya dengan cara ini dan itu, dan mencari solusi baru yang mungkin belum pernah ada sebelumnya.

I can’t tell you what a rebel is, so define it for yourself. Show me what your version looks like, sounds like, acts like, plans like, speaks like, walks like, jumps like, laughs like… Just play the game we call life in your own way with your own kind of rules and never fear it isn’t good enough.

Mungkin memang saatnya kita berhenti membandingkan, menilai, dll. Cukup bersenang-senang dan memberontak terhadap hal-hal yang menurut kita kurang pantas: apa adanya, seperti kamu apa adanya, orang lain apa adanya.

Kamu membuat aturan hidup sendiri. Kamu yang menilai seberapa baik atau buruknya sesuatu, bukan saya atau orang lain. Jadi mulailah bertindak seperti itu. Dan jangan biarkan orang lain memberi tahu kamu apa yang harus kamu lakukan, apa yang kamu bisa dan tidak bisa lakukan. Persetan. Jalani sesuai keinginan kamu selagi itu benar. Anggap saja orang lain selalu salah xD

Cheers, I am Abay and I make things for fun. Gudang Garam and Coffee i can't live without. I love turning exciting ideas into horrible code. And .. i'm a lil' boy currently living Indonesia.
abay@codelatte.org

Berikan Komentar