“Quick Hack” untuk Kebahagiaan

Kategori Blog
"Quick Hack" untuk Kebahagiaan

“Quick Hack” untuk Kebahagiaan? – Kita semua tentu menginginkan kebahagiaan. Namun, banyak dari kita yang tidak bahagia. Apakah kita sudah cukup berbahagia?

Sebelumnya sudah saya jelaskan di halaman Disclaimer, bahwa “Situs ini adalah tempat menulis apa yang ingin saya tulis. Kesamaan atau kemiripan konten tentu bisa saja terjadi.“, jadi saya tetap berusaha ber-bodoamat ria dengan respon pembaca😝


Kita mengeluh sepanjang waktu. Kita bertengkar dengan anggota keluarga. Kita memainkan politik kantor yang kotor dengan rekan kerja. Kita berteriak dan mengumpat pada pengemudi lain di jalan.

“Ngga, bukan saya! Saya gapernah kek gitu!”

Halah. Mengapa? Karena kamu manusia. Saya juga melakukannya.

Kita semua tahu bagaimana menjalani kehidupan dengan bahagia. Formula untuk kebahagiaan bukanlah sebuah rahasia.

Kita semua tahu bahwa uang, status, ketenaran, atau rasa hormat tidak membuat kita bahagia. Kebahagiaan adalah kondisi pikiran. Kebahagiaan adalah hal yang datang dan pergi.

How I Hack Happiness?

Saya selalu jujur ​​tentang hal-hal seperti ini. Kadang ada hari dimana saya tidak merasa bahagia. Saya ingin lebih. Saya pikir itu adalah sifat universal di antara orang-orang normal.

Kemungkinan besar kamu sedang mengejar sesuatu. Coba saya tebak:

  • Kamu ingin membeli rumah?
  • Dapat pekerjaan baru?
  • Memulai bisnis dan mencapai kebebasan?
  • Punya lebih banyak followers di media sosial?
  • Membeli mobil baru?
  • Punya anak?
  • Pergi ke restoran tertentu?
  • Bepergian ke negara lain?

Daftar keinginan manusia tidak terlalu berbeda, malah sebagian besar juga itu-itu saja. Sebagian besar dari kita bercita-cita untuk mencapai hal yang sama. Kita adalah makhluk sederhana. Tapi tahukah kamu bahwa kita juga:

Tidak tahu terima kasih.Kurang bersyukur.

Itu sebabnya kita menunjukkan jenis perilaku yang saya sebutkan di awal artikel ini. Jika kita bersyukur, mengapa kita masih sering mengeluh, kan?

Saya tidak suka menyalahkan siapa pun. Dan saya bukan orang yang suka mengarahkan jari saya ke arah sesuatu atau seseorang dan berkata, “Ini salahmu!”.

Tapi mari kita berpikir logis. Kita, sebagai masyarakat, adalah idiot kecil yang tidak tahu berterima kasih. Sudah waktunya untuk mengubahnya.

“Quick Hack” untuk Kebahagiaan

Kita semua ingin bangun di pagi hari dengan bahagia. Pergi bekerja bahagia (plus tetap bahagia saat bekerja). Dan pulang dengan senang hati sembari bercerita tentang hari-hari bahagia kepada pacar / suami / istri.

Nah, kita bisa memiliki semua itu. Bersyukur. Dan tahukah kamu apa “Quick Hack” sebenarnya? Ketika kita bersyukur, kita tidak hanya merasa lebih baik, kita juga mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Hal-hal baik datang kepada mereka yang menghargai apa yang mereka miliki. Saya pernah membaca kutipan dari Oprah Winfrey:

Be thankful for what you have; you’ll end up having more. If you concentrate on what you don’t have, you will never, ever have enough.

Sebaliknya, ketika kita tidak menghargai apa yang kita miliki atau apa yang orang lain lakukan untuk kita, kita menjadi kesal. Kita mendorong orang-orang positif menjauh. Dan kita hanya akan mengelilingi diri kita dengan sekelompok orang yang tidak tahu berterima kasih.

Jika kamu bertanya kepada saya, itulah resep untuk kehidupan terburuk yang mungkin ada.

“Bagaimana Jika Orang-Orang di Sekitar Saya Tidak Tahu Terima Kasih?”

Cobalah untuk berbagi dengan mereka mengapa rasa terima kasih itu penting. Tetapi jangan mencoba meyakinkan mereka karena beberapa orang punya pandangan berbeda dengan kita. Kita hanya mengubah diri kita sendiri ketika kita memiliki keinginan untuk berubah.

Jika mau, coba lihat saja bagaimana semua konten self-improvement bisa ada. Tidak ada yang mengubah hidup mereka hanya karena sebuah artikel. Apalagi artikel yang ditulis oleh idiot kecil diantara luasnya hidup seperti saya. Kita berubah karena kita punya keinginan. Dan sebuah artikel, buku, atau video bisa berfungsi sebagai pemantik.

Saya bisa menulis jutaan artikel tetapi beberapa orang tidak akan pernah berubah. Saya sudah melihatnya dari dekat juga.

Ada harga yang kita bayar untuk menjalani hidup dengan cara tertentu. Tapi saya tidak akan menyimpang dari nilai-nilai inti saya. Jauh lebih baik untuk menemukan orang yang memiliki nilai yang sama dengan kita. Buang-buang usaha kita untuk mencoba menginspirasi orang lain agar berubah menjadi lebih baik. Mungkin itu yang disebut naif.

Hidup itu sederhana. Perlakukan setiap makanan yang kita makan seperti makanan terbaik yang pernah kita miliki. Hargai orang-orang dalam hidup kita. Katakan terima kasih. Tidak peduli seberapa KECIL yang orang lain lakukan untuk kita, balas mereka dengan apresiasi BESAR.

Dan yang paling penting, hargai di mana kita berada dalam hidup. Kamu hidup. Berterimakasihlah kepada orang tuamu yang berada di sana untukmu. Dan jika mereka tidak ada di sana, terima kasih telah mengubah kamu menjadi orang dewasa yang mandiri.

Perlakukan itu seperti rahasia. Tidak perlu memberi tahu orang lain tentang hal itu. Bagi sebagian orang, hal seperti ini tidak terlalu penting. Di sisi lain, beberapa orang tidak pernah memikirkan terlalu dalam dan menghargai semua yang datang kepada mereka. Avoid the former. Cherish the latter.

Thumbnail image: dribbble/TomasBrunsdon


Cheers, I am Abay and I make things for fun. Gudang Garam and Coffee i can't live without. I love turning exciting ideas into horrible code. And .. i'm a lil' boy currently living Indonesia.
abay@codelatte.org

Berikan Komentar